Welcome Trevianum

    2017-08-06 12:25:38


Sabtu, 29 Juli 2017, merupakan hari yang istimewa di SMAN 2 Tangerang, karena pada hari itu SMAN 2 Tangerang kedatangan tamu istimewa yang berasal dari negara kincir angin, Belanda. Mereka yang datang merupakan siswa-siswi jenjang SMA dari sekolah yang bernama Trevianum. Tamu yang datang berjumlah 43 orang yang terdiri dari 40 orang murid, satu orang dokter, dan 2 orang guru. Sesampainya di SMAN 2 Tangerang, mereka menginap dirumah keluarga angkat yang berasal dari siswa SMAN 2 itu sendiri. Pada hari Senin, 31 Juli 2017, para siswa dari Belanda mulai mengikuti berbagai kegiatan di SMAN 2 Tangerang, mulai dari upacara pengibaran bendera yang umum dilakukan di Indonesia setiap Senin dan juga memasuki kelas untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Para siswa dan guru pun tampak antusias, adanya siswa dari negara lain di kelas dijadikan momen untuk bersosialisasi dan bertukar informasi terkait adat dan kebiasaan dari masing-masing negara. Selasa, 1 Agustus 2017, adalah hari di mana SMAN 2 Tangerang menyelenggarakan berbagai lomba seperti lomba-lomba yang ada pada hari perayaan kemerdekaan Indonesia, namun bedanya kali ini yang menjadi peserta berasal dari 2 negara yang berbeda, yaitu Belanda dan Indonesia yang merupakan perwakilan dari siswa-siswi SMAN 2 Tangerang. Lomba yang diselenggarakan mulai dari lomba memakan kerupuk, balap kelereng, dan terompah panjang. Tetapi tidak hanya itu saja, karena setelah lomba usai, dilanjutkan dengan pertandingan olahraga seperti futsal dan basket. Seluruh siswa dan guru sangat antusias dan kebahagiaan pun tidak terelakan pada hari itu. Beberapa siswa dan guru pun juga antusias untuk berfoto dengan para siswa Trevianum. Acara ditutup dengan pemberian hadiah hasil kompetisi serta penampilan tari tradisional yang berasal dari Indonesia yaitu tari Saman dan Lenggang Cisadane. Tidak habis sampai di situ, para siswa-siswi Trevianum juga mempersembahkan tarian mereka dan diakhiri dengan senam poco-poco. Setelah acara usai, para pelajar negeri kincir angin tersebut segera merapikan barang-barang mereka karena hari itu merupakan hari terakhir mereka berada di Indonesia.